Laman

Satpol PP Paksa 6 Wanita Bugil Didepan Suami dan Anak-Anak

Setelah kasus satpol PP yang memaksa seorang gadis untuk melakukan oral seks kepada nya, sekarang muncul lagi kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh aparat polisi. Enam wanita warga Desa Pering Baru Kecamatan Semidang Alas Maras Kabupaten Seluma melaporkan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh aparat kepolisian Resort Seluma ke Prompam Polda Bengkulu.

"Hari ini kami mendampingi enam warga yang mengalami pelecehan seksual oleh aparat kepolisian untuk melapor ke Propam Polda," kata Direktur Walhi Bengkulu Zenzi Suhadi.

Kasus pelecehan seksual terhadap warga ini menurut mereka terjadi ketika penangkapan puluhan warga Desa Pering Baru yang bersengketa dengan PT Perkebunan Nusantara VII pada Jumat (23/7). Direktur Walhi mengatakan aparat kepolisian saat itu memaksa enam wanita untuk ikut mempertahankan lahan mereka dari penyerobotan dengan cara membuka baju di depan anak-anak dan suami serta puluhan aparat kepolisian.

"Mereka dipaksa oleh aparat polisi untuk membuka baju di hadapan anak-anaknya dan orang tua mereka dan ini jelas pelecehan,"katanya.

Zenzi mengatakan pelecehan seksual dilakukan dengan memaksa enam perempuan yang ikut mempertahankan lahan mereka dari penyerobotan untuk membuka baju di depan anak-anak dan suami serta puluhan aparat kepolisian.

"Mereka dipaksa oleh aparat polisi untuk membuka baju di hadapan anak-anaknya dan orang tua mereka dan ini jelas pelecehan,"katanya. Keenam wanita yang menjadi korban pelecehan seksual tersebut adalah Jusmani (50), Sepiha (30), Pisni (21), Pi,ah (37), Zerni (35) dan Lestika (19).

Selain terjadinya pelecehan seksual, aparat polisi juga di duga menganiaya seorang warga yang bernama Tahuin. Warga tersebut disuruh tiarap di lantai kemudian dipukuli oleh tiga aparta sampai Tahuin pingsan. 
"Adan juga warga Subir dicekik dan ditendang oleh empat aparat sampai pingsan dan Yuyun dipukul dengan pentungan, perutnya ditinju dan bagian punggung ditendang oleh tiga orang aparat,"katanya. Bukan hanya itu, ada juga warga yang dicekik lehernya dan ditendang sampai pingsan. 

"Ada juga warga Subir dicekik dan ditendang oleh empat aparat sampai pingsan dan Yuyun dipukul dengan pentungan, perutnya ditinju dan bagian punggung ditendang oleh tiga orang aparat,"katanya.

Pada saat warga mempertahankan tanah mereka dari pengambilan PTPN VII, 18 warga dan dua aktivis (Walhi Firmansyah dan Dwi Nanto)  diangku ke ke markas Polda Bengkulu dengan tuduhan menghalang-halangi aktivitas perusahaan negara itu. Bahkan mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Plda Bengkulu. 

"Yang terjadi sebenarnya adalah penyerobotan PTPN VII terhadap lahan warga dan mereka menganiaya masyarakat yang mempertahankan haknya,"katanya.

berantem satpol pp

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails
Related Posts with Thumbnails
Related Posts with Thumbnails

LANGGANAN ARTIKEL

Masukkan alamat email Anda:

RENUNGAN

"Kita tidak tahu bagaimana hari esok, yang bisa kita lakukan ialah berbuat sebaik-baiknya dan berbahagia pada hari ini."

CATEGORIES

RECENT POSTS